TpYlBSC5GfM7GUO9GpC7GUW7

Harga Eceran Tertinggi untuk Beras Medium dan Premium Resmi Mengalami Kenaikan

MuamalahNews.com - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) tentang kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium.

 
Melalui Perbadan Nomor 5 tahun 2024 tentang Perubahan atas Perbadan Nomor 7 tahun 2023 tentang HET Beras, harga beras medium dan beras premium diatur berdasarkan wilayah.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, penetapan regulasi HET beras ini menguatkan kebijakan relaksasi yang telah diberlakukan melalui Keputusan Kepala Bapanas sebelumnya.

Kenaikan HET beras juga diputuskan bersamaan dengan naiknya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras.

Adapun di dalam Perbadan ini, Pemerintah mengatur HET beras berdasarkan wilayah.


● Wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan
HET beras medium Rp 12.500 per kilogram (kg) dan HET beras premium Rp 14.900 per kg.

● Wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung
HET beras medium Rp 13.100 per kg dan HET beras premium Rp 15.400 per kg.

● Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat
HET beras medium Rp 12.500 per kg dan HET beras premium Rp 14.900 per kg.

● Wilayah Nusa Tenggara Timur
HET beras medium Rp 13.100 per kg dan HET beras premium Rp 15.400 per kg.

● Wilayah Sulawesi
HET beras medium Rp 12.500 per kg dan HET beras premium Rp 14.900 per kg.

● Wilayah Kalimantan
HET beras medium Rp 13.100 per kg dan HET beras premium Rp 15.400 per kg.

● Wilayah Maluku
HET beras medium Rp 13.500 per kg dan HET beras premium Rp 15.800 per kg.

● Wilayah Papua
HET beras medium Rp 13.500 per kg dan HET beras premium Rp15.800 per kg.

Deflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada Mei 2024 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen secara bulanan atau month to month (MtM).

Deflasi ini merupakan yang pertama kali terjadi pada 2024 dan yang pertama sejak Agustus 2023.

Tingkat inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) berkontribusi besar terhadap deflasi, yaitu sebesar 0,69 persen dengan andil deflasi sebesar 0,12 persen.

Komoditas pangan yang dominan memberikan andil deflasi pada komponen jenis harga bergejolak antara lain beras, daging ayam ras, tomat, dan cabai rawit.

Beras menyumbang deflasi sebesar 0,15 persen, daging ayam ras 0,03 persen, tomat 0,02 persen, dan cabai rawit sebesar 0,02 persen.

Menanggapi hal ini, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menilai ini merupakan hasil dari sinergitas dalam pengendalian inflasi antara kementerian/lembaga (K/L).

Arief mengatakan, K/L melalui berbagai langkah strategis stabilisasi pangan menjadi salah satu kunci terjaganya laju inflasi pada Mei 2024 sesuai target pemerintah di 2,5 persen plus minus 1 persen.

Data BPS menunjukkan penurunan inflasi nasional secara tahun ke tahun (year-on-year/yoy) dari 3,00 persen di bulan April 2024 menjadi 2,84 persen di Mei 2024.

“Kita dapat melihat bentuk komitmen bersama melalui pemantauan dan evaluasi rutin setiap minggu bersama Kementerian Dalam Negeri dengan mengumpulkan seluruh Pemda, instansi, dan pemangku kepentingan terkait,” kata Arief dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (4/6/2024).

Comments0

--------

Simak berbagai berita pilihan dan terkini lainnya dari kami di Google News

Type above and press Enter to search.